'/> Puisi Fabel 'Semut Merah' Dan Analisis Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsiknya -->

Info Populer 2022

Puisi Fabel 'Semut Merah' Dan Analisis Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsiknya

Puisi Fabel 'Semut Merah' Dan Analisis Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsiknya
Puisi Fabel 'Semut Merah' Dan Analisis Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsiknya
Puisi Fabel yang dianalisis diberikut ini ialah Puisi Fabel yang saya sanggup dari sesama blogger, melalui alamat: khirsa26.blogspot.com. Blogger dari Temanggung yang tampaknya tidak aktif lagi.

Karena beberapa pertidak seimbangan, saya menentukan puisi fabel 'Semut Merah' karya Khirsa yang diunggah pada September 2015 ini sebagai karya yang dianalisis. Adapun analisis yang dipakai ialah analisis struktural yang berkaitan dengan unsur intrinsik dan ekstrinsik.


Berikut Puisi Fabel 'Semut Merah' Karya Khirsa Inayatul

SEMUT MERAH


Ku lihat beliau di kebun sekolah
Tubuhnya kecil mungil berwarna merah
Rumahnya di dalam tanah
Bekerja tanpa kenal lelah

Ku lihat beliau mencari biji-bijian
Atau apapun yang sanggup beliau makan 
Tubuhnya yang kecil,
Kakinya yang mungil

Berjalan demi sebutir padi
Makan untuk bertahan diri
Namun, ekspresi dominan kemarau telah mengalahkannya
Semut itu mati tanpa daya


Analisis Unsur Intrinsik

Rima

Rima ang dipakai dalam Puisi Fabel 'Semut Merah' di atas ialah rima akhir, yang terdapat pada setiap baris pada masing-masing bait. 

Pada bait pertama, tiruana diakhiri dengan abjad /h/ ludang keringh tepatnya akhiran suara /-ah/. Yaitu pada kata sekolah, merah, tanah, dan lelah. Karena masing-masing abjad  akhir sama, maka bait pertama memakai contoh sajak a-a-a-a.

Pada bait kedua, dua baris pertama diakhiri buni -an, sementara dua baris terakhir diakhiri suara -il.Yaitu masing-masing ialah kata biji-bijaan dan makan (baris 1 dan 2), dan kecil serta mungil (baris 3 dan 4). Dengan contoh ibarat ini sanggup dikatakan rima yang dipakai ialah contoh aa-bb.

Pada bait ketiga, contoh sajak atau rima yang dipakai oleh Khirsa pada Puisi Fabel di atas sama dengan bait kedua. Yaitu dengan contoh aa-bb tampak pada selesai kata yang dipakai yaitu: padi, diri, mengalahkannya dan daya.

Diksi (Pilihan Kata)

Diksi atau pilihan kata yang dipakai dalam puisi fabel di atas ialah puisi sehari-hari. Yang sanggup dipahami dengan simpel oleh para pembaca. Pemilihan kata yang simpel dipahami dan indah alasannya ialah memakai dan diubahsuaikan dengan rima ini tentu dimaksudkan supaya para pembaca pemula tidak kesusahan dalam memahami puisi. 

Kata-kata yang dipilih juga ialah kata yang memotivasi, contohnya ada kata bekerja tanpa kenal lelah. Adalah sebuah kalimat yang disusun dengan kata-kata motivasi.

Tema

Tema dalam Puisi Fabel di atas ialah 'Kehidupan Semut'. Semut adala tokoh utama yang diceritakan dalam karya puisi di atas. Selain disebut secara pribadi (eksplisit) dalam judul 'Semut Merah', tiruant juga menjadi penceritaan utama dalam tubuh puisi.

Amanat

Amanat ialah pesan faktual yang terdapat dalam sebuah karya sastra. Dalam puisi tabel di atas ada dua arti yang sanggup diambil yaitu:

1. Kita harus bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan.
2. Kita harus berpasrah pada kekuatan tuhan.

Kerja keras tampak dari penggambaran tiruant yang bekerja keras, meskipun badannya kecil dan kakinya mungil, tiruant harus mencari makanan. Namun demikian, keperkasaan tiruant tetap kalah oleh kekuatan yang ludang keringh besar, melalui kehendak dewa kadab Musim kemarau, tiruant mati tidak berdaya.

ANALISIS EKSTRINSIK

Analisis ekstrinsik yang dilakukan seharusnya menelaah secara mendapalam latar belakang penceritaan dan latar belakang penulisnya. Namun, alasannya ialah keterbatasan informasi, yang dibahas hanyalah latar belakang penlis yang sangat terbatas (diketahui melalui profil blogger).

Krisna ialah orang Jawa, tepatnya di Temanggung, Jawa Tengah. Jawa dikenal sebagai penghasil beras. Maka dari itu, latar belakang budaya 'sawah' muncul dalam teks Puisi Fabel yaitu dengan digunakannya kata 'berjalan demi sebutir padi'. 

Seandainya bukan orang Jawa yang tidak bersahabat dengan budaya 'padi' maka kemungkinan besar tidak muncul dalam karya sastra yang dihasilkan oleh penulisnya.

Terima kasih sudah membaca. Silahkan download alais unduh juga bahan yang lain. Selamat membaca.
Advertisement

Iklan Sidebar